Kalkulator Jatuh Tegangan
Hitung jatuh tegangan dan pastikan ukuran kawat Anda memenuhi persyaratan listrik
Hitung Jatuh Tegangan
Memahami Jatuh Tegangan
Apa itu Jatuh Tegangan?
Jatuh tegangan adalah penurunan tegangan saat arus listrik mengalir melalui resistansi konduktor. Setiap kawat memiliki resistansi bawaan yang menyebabkan beberapa tegangan hilang sebagai panas saat arus melewatinya. Jatuh tegangan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan peralatan, penurunan kinerja, atau bahaya keselamatan.
Rumus Jatuh Tegangan
Di mana:
Jatuh Tegangan (V) = 2 × I × R × L / 1000
- I = Arus dalam Ampere (A)
- R = Resistansi per kilometer (Ω/km)
- L = Panjang kabel satu arah dalam meter (m)
- 2 = Faktor untuk perjalanan pulang-pergi (konduktor positif dan negatif)
Batas Jatuh Tegangan yang Dapat Diterima
3%
Rekomendasi NEC: ≤3%
National Electrical Code merekomendasikan jatuh tegangan maksimum 3% untuk sirkuit cabang dan feeder.
5%
Sistem Gabungan: ≤5%
Total jatuh tegangan gabungan (feeder + cabang) tidak boleh melebihi 5%.
2%
Beban Kritis: ≤2%
Peralatan sensitif dan aplikasi kritis sering memerlukan jatuh tegangan <2%.
Faktor yang Mempengaruhi Jatuh Tegangan
- Ukuran Kawat: Kawat lebih besar (AWG lebih rendah) memiliki resistansi lebih kecil dan jatuh tegangan lebih rendah
- Arus: Arus lebih tinggi meningkatkan jatuh tegangan secara proporsional
- Panjang: Kabel lebih panjang memiliki resistansi lebih besar dan jatuh tegangan lebih tinggi
- Suhu: Suhu lebih tinggi meningkatkan resistansi (~0,4% per °C)
- Material: Tembaga memiliki resistansi lebih rendah dibanding aluminium
Solusi untuk Jatuh Tegangan Tinggi
- Perbesar ukuran kawat (gunakan nomor AWG lebih rendah)
- Kurangi panjang kabel jika memungkinkan
- Gunakan beberapa konduktor paralel
- Tingkatkan tegangan sistem (mis., 24V daripada 12V)
- Pasang transformator atau catu daya lebih dekat ke beban